Archives Berita

Advertisement

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Cuaca Medan diprediksi bakal ekstrem

Written By Unknown on Jumat, 11 Mei 2012 | 20.31


MEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumut mengimbau masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang tinggal di kawasan Pantai Timur, seperti di Medan, Langkat, Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai untuk mewaspadai cuaca yang akhir-akhir ini ekstrem.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Sumut, Hendra Suwarta, diprediksikan angin kencang, hujan dan banjir terjadi hingga sebulan ke depan. “Masyarakat harus waspada, karena saat ini kita memasuki musim hujan. Sementara itu, suhu panas justru sedang terjadi, karena matahari sedang berada pada titik terdekat dengan kita,” katanya hari ini.
Ditambahkannya, suhu dari pagi hingga sore hari, bisa mencapai 35 derajat celsius dan minimal 32 derajat celsius, sedangkan  hujan, petir dan angin kencang terjadi pada sore dan malam hari. “Kecepatan angin bisa mencapai 30 knot. Ke depan, warga kawasan ini diharapkan memperkuat bangunan rumahnya,” ucap Hendra.

Peringatan ini disampaikan Hendra, menyusul cuaca ekstrem yang terjadi beberapa  hari terakhir. Angin puting beliung terjadi di kawasan Patumbak Deli Serdang, yang merusak belasan rumah. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan puluhan rumah rusak dan satu sekolah rubuh. Tak hanya itu, puluhan pohon dan baliho juga bertumbangan di jalan-jalan Kota Medan.

Sejak lebih seminggu yang lalu, kota Medan khususnya mengalami kondisi peralihan cuaca yang cukup ekstrem. Hampir setiap menjelang petang, kondisi awan tampak begitu pekat. Hujan disertai angin kencang juga mewarnai cuaca kota Medan yang kerap berubah-ubah. Di berbagai wilayah kabupaten di Sumut juga dilanda angin puting-beliung yang kerap merusak rumah warga.

Kondisi ekstrem ini, menurut Hendra, masih akan terus berlangsung hinga akhir Mei mendatang. BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai kondisi cuaca akhir-akhir ini. Sore menjelang malam tadi, walau hujan tak begitu deras, namun tiupan angin terasa cukup kencang hingga menerbangkan debu jalanan, sehingga sempat mengganggu pengguna jalan di seputaran Jalan Halat, Jalan Ismailiyah. Hal ini juga terjadi di seputaran Jalan Mongonsidi, Jalan Starban dan Jalan Polonia.
20.31 | 0 komentar | Read More

Parkir Inap Bandara Polonia Rp50.000 per Malam



MEDAN – PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan membuatterobosanbarudalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna bandara dengan menyediakan layanan parkir inap selama 24 jam khusus untuk kendaraan roda empat. 

Tarif parkir inap ini dibanderol sebesar Rp50.000 per malam. Genaral Manager PT AP II Bandara Polonia Medan Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, selama ini tamu bandara banyak yang memakirkan kendaraannya di halaman bandara hingga bermalam.Kondisi ini dianggapo berbahaya dan rawan terhadap aksi pencurian. ”Demi kenyamanan dan keamanan, dibuatlah parkir inap tersebut.Karena selama ini secara resmi tidak ada disediakan fasilitas itu,” katanya di Bandara Polonia Medan,kemarin.  Dia mengatakan, fasilitas parkir inap tersebut akan dijaga selama 24 jam penuh untuk menghindari aksi pencurian. “Selama ini banyak kendaraan yang diinapkan, padahal kami tidak ada sediakan (parkir inap). Saat hilang yang disalahkan kami. Jadi, kami sengaja buat layanan ini yang bertujuan untuk memanjakan konsumen,”ucapnya. Fasilitas inap kendaraan itu akan dilengkapi layanan antar dan jemput. Jadi, setiap pengunjung yang mau memakai layanan parkir 24 jam tidak perlu datang ke lokasi. 
”Akan dijemput dan antar kendaraannya. Petugas yang akan memakirkan nantinya. Soal keamanan, tidak perlu khawatir.Dijaga selama 24 jam penuh dengan sistem kerja petugas secara sift.Apalagi lokasi yang dijadikan parkir ini di dalam, bukan publik area, tentu akan lebih aman lagi,”katanya. Saat ini, fasilitas parkir 24 jam baru berlaku untuk kendaraan jenis mobil, sementara roda dua belum ada rencana menyediakan fasilitas serupa. Sebagai tahap awal,disediakan untuk 50 kendaraan. 
Calon penumpang Medan- Singapura Heri Wibowo yang ditemui di bandara kemarin menilai parkir inap sangat membantu pengguna bandara pemilik kendaraan, seperti dirinya yang terbang ke luar negeri. ”Parkir inap ini bagus,tidak menyulitkan penumpang. Kalau penumpang yang mau berangkat dan tidak punya sopir atau penjemput, bisa membawa kendaraan sendiri dan menitipkannya di lokasi parkir inap bandara,”katanya. Namun,dia menganggap tarif yang ditetapkan sebesar Rp 50.000 per malam masih terlalu mahal.
”Kalau sampai saya tinggalkan atau titipkan di bandara selama satu minggu, artinya saya membayar Rp350.000. Wah, mahal sekali itu, kalau bisa Rp30.000 saja per malam,”katanya
20.25 | 0 komentar | Read More

Dua Situs Bersejarah di Asahan Hilang

Written By Unknown on Minggu, 25 Maret 2012 | 14.30





KISARAN – Dua patung bersejarah berusia lebih dari 300 tahun dinyatakan hilang dari situs bersejarah di dua kecamatan di Kabupaten Asahan. Diduga kedua patung itu dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Budayawan Asahan sekaligus praktisi hukum Zasnis Sulung meminta kepolisian mengusut kasus ini agar kedua benda bersejarah tersebut bisa segera ditemukan kembali.“Patung ini memiliki arti penting dalam sejarah Asahan karena merupakan patung raja-raja yang pernah berkuasa di Tanah Asahan,” ujarnya,kemarin. Dia tidak mengetahui persis sejak kapan patung tersebut hilang karena belum ada saksisaksi kunci yang mengetahui pasti tentang hilangnya kedua patung ini.Namun, pihak ahli waris baru baru mengetahui Februari lalu.

“Kami baru menerima informasi dan telah membuktikan bahwa kedua patung itu memang sudah tidak ada lagi di dua lokasi situs bersejarah,”tukasnya. Dua patung bersejarah ini adalah patung raja Raja Daurung Purbaringin, raja dari kerajaan Buttu Pane, yang terletak di Desa Ambalutu atau dalam catatan sejarah bernama Desa Padang Makkirei,Kecamatan Buntu Pane.Satu lagi patung Raja Rajipu Nahombang, di Kampung Perhutaan Gana-gana, Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan.

Kedua patung bersejarah yang telah berusia ratusan tahun tersebut dicuri dari situsnya masing-masing, yakni dari makam kedua raja tersebut.Patung Raja Daurung dan Raja Nahombang secara fisik merupakan patung batu yang dibuat sekitar 1800, yang berbentuk wajah kedua raja hingga separuh badan. Selama ini terletak di atas kedua makam yang terus dirawat oleh ahli warisnya. Zasnis mencurigai hilangnya dua patung bersejarah ini dilatarbelakangi oleh motif ekonomi. Mengingat usia patung yang sudah ratusan tahun, tentu harga jualnya sangat tinggi.

“Sebenarnya,kasus ini sudah dilaporkan ahli warisnya Polsek Buntu Pane dan Polsek Bandar Pulau,”ujar Zasnis. Kepala Satuan Reksrim Kepolisian Resor (Polres) Asahan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fahrizal mengaku belum mengetahui tentang hilangnya kedua benda bersejarah tersebut. “Saya belum tahu tentang kasus ini,karena saya belum lihat apakah sudah ada laporannya atau belum,”ujarnya. Dia berjanji akan segera mengecek kasus ini untuk segera memerintahkan jajarannya mengusut hingga tuntas kasus pencurian dua benda bersejarah itu.

Hadiah Sisingamangaraja XII Ditaklukkan Sultan Aceh

Berdasarkan literatur sejarah yang berhasil digali dari berbagi sumber,Raja Daurung Parbaringin Sitorus Pane diduga memiliki hubungan baik dengan Raja Sisingamangaraja XII.

Dalam catatan sejarah,raja di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Buntu Pane di Asahan tersebut dihadiahi jubah oleh Raja Sisingamangaraja XII, saat didaulat sebagai raja dinasti ke VI Kerajaan Buttu,Kerajaan yang didirikan oleh Raja Butu Matabun pada 1544. Sedangkan Raja Nahombang merupakan salah satu raja yang dikenal dalam sejarah Asahan dalam sejarah diberbagi literatur tertulis, merupakanraja yangberhasil ditaklukkan Kesultanan Aceh saat dipimpin Sultan Alauddin Riatsyah Al Qahhar.

Kerajaan ini diperangi Sultan Aceh karena menyembunyikan Raja Simargolang, salah satu raja yang berkuasa di Tanah Asahan. Raja Simargolang dicari karena mengusir putera Sultan Alaudin Riatsyah dari hasil perkawinannya dengan Putri Ungu, yakni Sultan Asahan I,Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah dari istananya. edy gunawan hasby
14.30 | 0 komentar | Read More

Ikut Berdemo , Bupati Tapanuli Utara Pecat Lagi Guru SMP

Written By Unknown on Sabtu, 24 Maret 2012 | 14.24



TAPUT- Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumbantobing kembali beraksi dengan memecat seorang guru setelah memecat empat PNS lainnya di daerah itu.
Kali ini, bupati disapa Toluto memecat Drs Alpha Simanjuntak MPd yang pernah menjadi Calon Wakil Bupati Taput periode 2009-2014 berpasangan dengan Drs Edward Sihombing MM. Alpha Simanjuntak dipecat sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Tapanuli Utara No 862/16/BKD/II/2012, Tanggal 15 Maret 2012, tentang penjatuhan hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dasar pemecatan dalam SK disebutkan, Alpha telah melanggar ketentuan Pasal 4 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil yang berbunyi setiap PNS dilarang melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. Alpa sendiri terakhir berpangkat Pembina VI/a dan bekerja sebagai guru di SMP Negeri I Simangumban, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara. 
Saat dihubungi , Jumat (23/3) melalui ponselnya, Alpha membenarkan dirinya menerima SK pemecatan itu. Ia mengaku kesal dan marah. Menurutnya, Pasal 4 angka (6) Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 yang dijatuhkan terhadap dirinya dalam SK pemecatan tersebut tidak memiliki dasar pembuktian hukum. ”Saya tidak mengerti apa hubungan pasal penjatuhan hukuman disiplin ini dengan tuduhan perbuatan yang saya lakukan,” ujarnya. Menurutnya, pengertian bunyi pasal 4 angka 6 PP 53 Tahun 2010 itu merupakan perbuatan tindak pidana korupsi. ”Saya tidak habis pikir dan merasa sangat aneh, mengapa Bupati memiliki penalaran hukum yang sangat dangkal? Anggaran apa yang saya korupsi dengan status sebagai guru dan berapa nilai nominal yang saya korupsi yang telah merugikan Negara. 
Seharusnya itu kan berdasarkan pembuktian hukum dulu,” paparnya. Ia mengakui, tanggal 25 Juli 2011, dia bersama PNS lainnya bergabung dengan elemen mahasiswa dan LSM, menyampaikan aspirasi damai ke Kantor Bupati Taput dan DPRD. 
“Saya sebagai PNS yang telah berprofesi sebagai guru selama puluhan tahun, terpanggil untuk menyuarakan segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan terhadap guru di daerah ini,” sambungnya. “Apakah perbuatan saya itu salah..? Saya dan teman-teman kan menuntut keadilan, makanya ikut bergabung untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD, sebagai perpanjangan tangan rakyat dalam menyuarakan hak-haknya,” tambah Alpha. Selanjutnya, Alpha menyebutkan, sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, disebutkan pada Pasal 41 ayat (1), bahwa guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orangtua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. 
“Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara BAB I Ketentuan Umum, bagian pertama Pasal 1 angka 22 disebut, bahwa yang merupakan kerugian Negara/daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai. 
Mana yang saya langgar?” kesalnya. Atas surat pemecatan itu, Alpha mengaku akan melakukan upaya hukum.”Saya sangat keberatan terhadap keputusan Bupati Taput yang sewenang-wenang dan melanggar hak azasi saya. Dan saat ini, saya lagi berembuk dengan keluarga besar dan penasehat hukum untuk mengajukan upaya hukum ke Polres, Polda bahkan sampai ke Mabes Polri di Jakarta. 
Karena secara mental dan psikologis, anak-anak dan keluarga besar saya terbebani dan malu mendengar tuduhan yang tidak beralasan ini,” pungkasnya. Sebelumnya, Toluto juga memecat empat orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah kerjanya. Yakni, JS, SS dan J br P dan mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Taput, Ir Longgam Panggabean. Pemecatan itu karena keempatnya dinilai melanggar disiplin sebab ikuti unjuk rasa tertanggal 25 Juli tahun lalu. Mereka menuntut agar bupati menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) dengan mengembalikan jabatan lama yang sebelumnya dirampas bupati. Namun, hingga keempat PNS tersebut dipecat dari PNS, bupati belum juga menjalankan putusan MA tersebut. (hsl)
sumber : metrosiantar
14.24 | 0 komentar | Read More

Tobasa siapkan 150 hektar sawah organik



BALIGE – Dinas Pertanian Toba Samosir (Tobasa) menargetkan sekitar 150 hektare (ha) lahan sawah disiapkan untuk produksi padi organik hingga 2012 ini.Namun untuk jangka pendek 2015 ditargetkan mencapai 500 ha.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tobasa Parlindungan Simanjuntak menyebutkan, untuk mencapai sasaran itu dinas telah menganggarkan dana untuk sarana dan prasarana pendukung. Seperti pembuatan rumah kompos, mesin kompos, traktor tangan, lumbung padi,mesin penggiling padi. Pemeritah juga sudah menyusun program pasca panen two in one seperti penyediaan mobil pengangkut hasil panen hingga pemasaran produk pertanian organik.

“Dari BPS Tobasa peringkat kedua hasil padi setelah Deliserdang. Nah, atas prestasi tersebut kami akan menargetkan di tahun ini sebagai penghasil beras organik terbesar di Sumut,” tambah mantan Kabid Peternakan Tobasa tersebut di Balige,kemarin. Dia menyebutkan produksi organik merupakan produk yang paling diminati pasar saat ini. Karena itu Tobasa akan semakin memaksimalkan produksinya. “Selain itu juga sangat mendukung untuk ketahanan pangan kita,”paparnya.

Sementara itu, aktivis Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Junpiter Pakpahan mengatakan, Serikat Tani Tobasa yang didampingi KSPPM telah melakukan sistem pemupukan tanpa bahan-bahan kimia. Tepatnya, kata dia, sejak 10 tahun lalu upaya tersebut sudah dilakukan untuk pengembalian budaya kearifan lokal yang selaras dengan alam, pemulihan alam dengan tidak memakai pupuk kimia atau pestisida kimia. “Nenek moyang kami tidak pernah mengenal bahan-bahan kimia di lahan pertaniannya,”kata dia.

Namun anehnya upaya tersebut belum mendapat dukungan pemerintah.Apalagi ada jaminan pemasaran produksi hasil pertanian organik. Cenderung petani dibiarkan berjalan sendiri. “Saat ini KSPPM telah menjalinkerjasamadenganPemkab Samosir dan Tapanuli Utara untuk menerbitkan ranperda untuk menjadi perda mengatur soal ini,”ujar alumni Asian Rural Institut (ARI) Jepang tersebut

sumber : waspadaonline
05.52 | 0 komentar | Read More

Pemkab Samosir Promosi Diri Melalui PRSU



Pemerintah Kabupaten Samosir memanfaatkan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun ini sebagai wahana mempromosikan berbagai produk unggulan dan peluang investasi di daerah itu. 

"Melalui PRSU tahun ini, kami ingin mempromosikan sejumlah peluang investasi di Kabupaten Samosir," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Amon Sormin di Medan, Sabtu (24/3). 

Pemkab mempromosikan peluang investasi melalui PRSU yang berlangsung sejak 16 Maret-15 April 2012, antara lain sektor industri pariwisata, pertanian, pertambangan dan energi, perkebunan, peternakan, dan perikanan. 

Untuk sektor pariwisata, misalnya, Samosir yang sejak 2010 sebagai kabupaten pariwisata di Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi wisata alam dan wisata budaya berupa peninggalan situs dan legenda yang tersebar di sembilan kecamatan. 

Di sektor pariwisata, peluang bisnis dan investasi yang menarik dan menjajinkan dikembangkan di Samosir, di antaranya di bidang akomodasi perhotelan, hiburan, dan pembangunan bandara pariwisata bertaraf internasional. 

Kabupaten yang memiliki keanekaragaman potensi sumber daya alam ini relatif subur sehingga cocok untuk pengembangan usaha tanaman kentang, bawang merah, jagung, dan berbagai jenis hortikultura. Samosir wilayahnya berada di dataran tinggi, lanjut dia, potensial untuk pengembangan tanaman kopi, vanila, dan kemiri.  Selain pertanian dan agribisnis, peluang investasi lain adalah pengembangan usaha peternakan sapi, kerbau, dan babi. 


sumber : mediaindonesia
03.01 | 0 komentar | Read More

Kemana Siantar Yang Dulu?‎

Written By Unknown on Jumat, 23 Maret 2012 | 18.36



Keberhasilan seseorang di Kota Pematang Siantar, kini dinilai lebih berdasarkan berapa banyak materi yang ia peroleh. Bukan lagi berdasarkan integritas maupun pendidikan yang mampu dicapai orang tersebut.

Padahal menurut penggagas berdirinya Paguyuban Siantarman di Jakarta, Sarasi Timur Tampubolon kepada JPNN, Siantar dulunya dikenal sebagai kota pendidikan. Sehingga seseorang akan sangat bangga jika disebut anak Siantar. Apalagi seorang guru menurutnya, juga selalu ditempatkan secara khusus.

“Dulu, memang pergaulan yang ada itu semi preman. Tapi pendidikan, penghormatan terhadap orangtua tetap terjaga. Dan lagi kelebihannya, dulu Siantar dikenal karena solidaritasnya yang tinggi tanpa melihat agama.”

Namun sekarang ditambahkan Timur kemudian, sebuah keberhasilan di Siantar justru lebih dinilai karena materi. Demikian juga ketokohan seseorang hadir, lebih karena ia memiliki uang dan harta yang berlimpah. Akibatnya menurut mantan siswa SMP Kristen I Pematang Siantar angkatan sekitar tahun 1970 ini, tidak heran jika kini penghargaan dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua, terus semakin terkikis dari kota Siantar.

Belum lagi aksi-aksi kekerasan dan premanisme justru ditunjukkan oleh para tokoh masyarakat yang seharusnya memberi contoh keteladanan. Sehingga citra sebagai kota pelajar yang menjunjung tinggi tatakrama, nyaris tidak lagi terdengar.

Oleh sebab itu, salah seorang pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan DKI Jakarta ini, mengajak semua elemen masyarakat yang ada di Siantar, kembali melihat jatidiri kota Siantar yang sekian lama begitu harum terdengar. “Mari kita saling berbuat lewat apa yang kita mampu. Kita jangan letih dan bosan tapi kita harus menjaga agar kebersamaan itu tidak memudar. Kalau tidak kita mulai dari diri sendiri, saya pikir tidak akan bisa,” ungkap personil group vocal Amores King yang sebentar lagi mengeluarkan album, “Satu untuk Semua, Semua Untuk Satu.”

Dengan dasar pemikiran ini pulalah ungkap Timur kemudian, bersama sejumlah teman-teman lainnya, mereka menggagas berdirinya Paguyuban Siantar Man di Jakarta pada tahun 2005 lalu.

“Dalam paguyuban ini setidaknya beranggotakan orang-orang Siantar yang telah merantau ke Jakarta. Dimana setidaknya ada 12 etnis. Jadi tidak hanya orang-orang batak, karena Siantar kan banyak etnis,” ungkapnya yang memastikan paguyuban ini sendiri sifatnya tidak permanen.

Namun meski demikian, lewat paguyuban mereka ingin berbuat. “Apalagi di Jakarta ini kan sangat heterogen dengan pola kehidupan yang macam-macam. Jadi kita saling mengingatkan agar jangan terbawa arus yang tidak baik. Jadi ada yang harus berubah. Tapi ada juga yang kita jaga agar jangan berubah. Makanya kita harus tetap open minded, dan harus terus berusaha meninggalkan primordial,”ungkapnya

Sumber : jpnn
18.36 | 0 komentar | Read More

Tim "Geopark" UNESCO lakukan survei di Samosir



Pangururan, Sumut  - Tim Geopark dari UNESCO melakukan survei ke sejumlah objek wisata geologi bersejarah di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, guna melengkapi penyusunan "master plan Geopark" oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

"Pimpinan tim, Prof Dr Ibrahim Komoo bersama pakar Geologi dari Universitas Sumatera Utara Jonata Tarigan didampingi Bupati Samosir Mangindar Simbolon telah melakukan survei di sejumlah objek wisata," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Samosir Amon Sormin di Pangururan, Kamis.

Ia mengatakan, sejumlah kawasan bersejarah yang disurvei di antaranya Aek Natonang, Makam Raja Sidabutar, Batu Parsidangan Siallagan, Tao Sidihoni dan beberapa objek geologi bersejarah lainnya. 

Selain itu, lanjutnya, Tim Geopark tersebut juga akan melakukan sosialisasi di Kecamatan Sianjur Mulamula, tentang potensi pariwisata daerah yang dinilai cukup pantas untuk dijadikan etalase Danau Toba sebagai taman bumi (geopark), karena keindahan panoramanya yang dilengkapi kekayaan adat budaya serta asal leluhur orang Batak.

"Danau Toba merupakan aset wisata bertaraf internasional yang memiliki lokasi wisata bernilai geologi penting yang perlu dikembangkan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten berdekatan," ujar Amon.
(KR-JRD/N002) 


(ANTARA News) 
15.13 | 0 komentar | Read More