Dua Situs Bersejarah di Asahan Hilang

Written By Unknown on Minggu, 25 Maret 2012 | 14.30





KISARAN – Dua patung bersejarah berusia lebih dari 300 tahun dinyatakan hilang dari situs bersejarah di dua kecamatan di Kabupaten Asahan. Diduga kedua patung itu dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Budayawan Asahan sekaligus praktisi hukum Zasnis Sulung meminta kepolisian mengusut kasus ini agar kedua benda bersejarah tersebut bisa segera ditemukan kembali.“Patung ini memiliki arti penting dalam sejarah Asahan karena merupakan patung raja-raja yang pernah berkuasa di Tanah Asahan,” ujarnya,kemarin. Dia tidak mengetahui persis sejak kapan patung tersebut hilang karena belum ada saksisaksi kunci yang mengetahui pasti tentang hilangnya kedua patung ini.Namun, pihak ahli waris baru baru mengetahui Februari lalu.

“Kami baru menerima informasi dan telah membuktikan bahwa kedua patung itu memang sudah tidak ada lagi di dua lokasi situs bersejarah,”tukasnya. Dua patung bersejarah ini adalah patung raja Raja Daurung Purbaringin, raja dari kerajaan Buttu Pane, yang terletak di Desa Ambalutu atau dalam catatan sejarah bernama Desa Padang Makkirei,Kecamatan Buntu Pane.Satu lagi patung Raja Rajipu Nahombang, di Kampung Perhutaan Gana-gana, Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan.

Kedua patung bersejarah yang telah berusia ratusan tahun tersebut dicuri dari situsnya masing-masing, yakni dari makam kedua raja tersebut.Patung Raja Daurung dan Raja Nahombang secara fisik merupakan patung batu yang dibuat sekitar 1800, yang berbentuk wajah kedua raja hingga separuh badan. Selama ini terletak di atas kedua makam yang terus dirawat oleh ahli warisnya. Zasnis mencurigai hilangnya dua patung bersejarah ini dilatarbelakangi oleh motif ekonomi. Mengingat usia patung yang sudah ratusan tahun, tentu harga jualnya sangat tinggi.

“Sebenarnya,kasus ini sudah dilaporkan ahli warisnya Polsek Buntu Pane dan Polsek Bandar Pulau,”ujar Zasnis. Kepala Satuan Reksrim Kepolisian Resor (Polres) Asahan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fahrizal mengaku belum mengetahui tentang hilangnya kedua benda bersejarah tersebut. “Saya belum tahu tentang kasus ini,karena saya belum lihat apakah sudah ada laporannya atau belum,”ujarnya. Dia berjanji akan segera mengecek kasus ini untuk segera memerintahkan jajarannya mengusut hingga tuntas kasus pencurian dua benda bersejarah itu.

Hadiah Sisingamangaraja XII Ditaklukkan Sultan Aceh

Berdasarkan literatur sejarah yang berhasil digali dari berbagi sumber,Raja Daurung Parbaringin Sitorus Pane diduga memiliki hubungan baik dengan Raja Sisingamangaraja XII.

Dalam catatan sejarah,raja di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Buntu Pane di Asahan tersebut dihadiahi jubah oleh Raja Sisingamangaraja XII, saat didaulat sebagai raja dinasti ke VI Kerajaan Buttu,Kerajaan yang didirikan oleh Raja Butu Matabun pada 1544. Sedangkan Raja Nahombang merupakan salah satu raja yang dikenal dalam sejarah Asahan dalam sejarah diberbagi literatur tertulis, merupakanraja yangberhasil ditaklukkan Kesultanan Aceh saat dipimpin Sultan Alauddin Riatsyah Al Qahhar.

Kerajaan ini diperangi Sultan Aceh karena menyembunyikan Raja Simargolang, salah satu raja yang berkuasa di Tanah Asahan. Raja Simargolang dicari karena mengusir putera Sultan Alaudin Riatsyah dari hasil perkawinannya dengan Putri Ungu, yakni Sultan Asahan I,Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah dari istananya. edy gunawan hasby

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda