Polonia Harus Steril Demo BBM

Written By Unknown on Sabtu, 24 Maret 2012 | 14.19





MEDAN –Polda Sumatera Utara meminta semua lokasi pelayanan dan fasilitas publik, seperti kawasan Bandara Polonia Medan harus bersih dari aksi unjuk rasa besar-besaran menolak rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan besok.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, kawasan Bandara Polonia Medan adalah titik layanan publik yang sangat vital. Jika demonstran masih tetap ngotot melakukan aksinya, dikhawatirkan Bandara Polonia Medan akan lumpuh. Seluruh penerbangan dari atau ke Medan akan terhenti.

“Saya mengimbau kepada teman-teman (demonstran), agar tidak mengganggu pelayanan publik di Kota Medan. Jadi kalau bisa jangan ke sana (Polonia), karena itu adalah bandar udara kita,” kata Wisjnu usai rapat koordinasi dengan Kodam I/BB dan unsur muspida di Polresta Medan, kemarin. Seperti diketahui,Kongres Rakyat Sumatera Utara merupakan gabungan dari 51 elemen masyarakat akan menggelar demonstrasi besar-besaran, Senin (26/3) besok. Polisi memperkirakan massa yang turun ke jalan untuk melakukan aksi penolakan tersebut, sedikitnya 29.000 orang.

Wisjnu menjelaskan, bundaran di depan Bandara Polonia memang merupakan satu di antara lima lokasi yang menjadi target lokasi aksi massa. Dari surat permohonan izin yang diterima polisi, selain kawasan Bandara Polonia panitia aksi juga sudah meminta izin unjuk rasa ke empat lokasi lain. Yakni, Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro; Kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol.Lalu,Kantor Pertamina di Jalan Putri Hijau; dan Kawasan Industri Medan (KIM).

Jenderal berbintang dua pun memberi masukan agar aksi unjuk rasa dapat tertib makan dapat dipusatkan di satu titik berkumpul saja, yakni di Lapangan Merdeka Medan. Bahkan nanti di tempat itu, para pendemo akan diterima seluruh unsur Muspida Sumut. Selanjutnya apa yang disampaikan nanti akan diteruskan ke pemerintah pusat. Kalaupun masukan itu ditolak, kata Wisjnu, kepolisian juga sudah siap mengamankan aksi besar-besaran tersebut. Bahkan TNI akan menberikan dukungan bantuan. Namun, pada pengamanan ini, aparat keamanan tidak membawa peluru tajam.

“Kami paling akan membawa tameng, barier, dan water cannon saja. Kalaupun nanti sampai anarkis, disiapkan peluru karet dan peluru hampa. Ini anak kita (pendemo), bukan lawan,”kata dia. Wisjnu juga mengingatkan, saat aksi berlangsung jangan sampai ada perusakan, terutama mobil berpelat merah yang kebetulan melintas di lokasi aksi.“Apa salahnya mobil itu? Itu uang rakyat yang beli,seharusnya sama-sama kita jaga. Apa untungnya dipecahkan dan dibakar begitu? Kan tidak bisa digunakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat jadinya,”ucapnya.

Apa yang disampaikan Wisjnu soal bantuan dari TNI diamini Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Loudewijk Freidrich Paulus. Perwira tinggi bintang dua ini memastikan anak buahnya sebanyak10 batalion TNI siap di BKO-kan ke Polda Sumut “Ada 10 batalion yang siap di BKO-kan kepada Kapolda. Karena di BKO-kan, maka disesuaikan dengan tugas-tugas kepolisian. Itulah yang kami latih beberapa hari terakhir,” ujarnya seusai menghadiri rapat koordinasi dengan para Rektor Universitas se-Kota Medan di Hotel Hermes Place, Jumat (23/3) malam.

Dia mengatakan, keterlibatan TNI dalam membantu polisi ada payung hukumnya, yakni UU Nomor 34/2004 tengan TNI.“Jadi ada dua dibagi tugas yakni operasi militer perang dan operasi militer selain perang. Operasi militer selain perang itu termasuk memberikan perbantuan kepada pihak kepolisian. Kaitan untuk meningkatkan kesiapan,TNI meningkatkan pembinaan teritorial. Karena itu sangat persuasif yang berkonotasi preventif,” katanya.

Adapun unit pasukan yang di-BKO-kan nanti berasal dari Batalion Arhanud dan Batalion Infanteri 100 Raider dari Kota Binjai; Batalion Zeni Tempur; Batalion Kaveleri; Batalion Arteleri Medan. “Kemudian ada juga Batalion 121 dan 125, itu yang paling jauh yang bisa kami kerahkan. Sedangkan Batalion 123 yang berada di wilayah Korem Kawal Samudera, biarlah dia berada di Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan,” beber mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu.

Dia menambahkan saat ini total jumlah anak buahnya yang tersebar sebanyak 16.685 prajurit.Namun tidak semuanya dikerahkan. Tetapi, jika terjadi sesuatu yang sudah sifatnya sulit dikendalikan, maka pasukan-pasukan yang ada di Makodam atau Detasemen Markas dapat dikerahkan untuk memberikan bantuan. Loudewijk menyatakan, personel Kodam I/BB akan membantu pengamanan dititik- titik tertentu. Di antaranya di pusat-pusat distribusi BBM serta jalan tol. Jika polisi terlambat, bisa saja tentara langsung mengamankan.

Namun, tindakan itu dipastikan bukan keputusan sendiri, melainkan tetap di bawah kendali kepolisian. Kodam I/BB juga sudah menyiapkan kendaraan dan personel dari masing-masing batalion untuk mengantisipasi mogok massal sopir angkutan umum.Mereka akan ditempatkan di simpul-simpul transportasi. Batalion Arhanud dan Batalion Infanteri 100 Raiders akan melayani angkutan Binjai-Medan. Di tengah kota, Batalion Zeni Tempur akan membantu mengangkut warga dari Helvetia.

Sedangkan Batalion Kaveleri bertugas di kawasan Padang Bulan. Sementara, Batalion 121 akan membawa warga dari Deliserdang ke Medan. Dia juga mengingatkan Pengerahan personelnya tidak hanya berlaku pada Senin (26/3) saja saat demo besar-besaran akan dilakukan.“Pengamanan ini dilakukan sampai di mana kami yakin suasana benar- benar kondusif,”tegasnya. Sementara itu aktivis Kontras Sumut Muhrizal mengatakan KontraS se Indonesia bersama jaringan aktivis nasional menolak sikap Menkopolhukam Joko Suyanto yang melibatkan TNI dalam penanganan aksi unjukrasa penolakan kenaikan BBM.

“Kami menolak ini karena pelibatan TNI dalam hal ini melanggar dan tidak berdasarkan konstitusi, serta pertimbangan DPR,”kata Muhrizal. Tim Advokasi Kongres Rakyat Sumut Mangaliat Simarmata, juga menyatakan hal yang sama. “Kepolisian kami harapkan dapat lebih edukatif. Selama ini polisi sudah sangat pengalaman dalam penanganan aksi, kalau mereka ramah, tentu aksi akan damai,” papar Mangaliat.

seputar-indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda