Pesta Budaya Tradisional Batak Dijadwalkan April

Written By Unknown on Sabtu, 24 Maret 2012 | 03.18




Pesta Budaya Tradisional Batak dalam rangka perayaan HUT ke-4 TB Silalahi Center (TBSC) akan dilaksanakan di Desa Silalahi Pagar Batu, Balige pada 14 April mendatang. Acara tersebut akan dihadiri sejumlah Pengelola Museum dari Negeri Belanda dan pejabat Bidang Kebudayaan dan Pariwisata dari Taiwan. Demikian dikemukakan Ketua Dewan Pembina TBSC, Letjen TNI (Purn) DR TB Silalahi,SH kepada wartawan di VIP Room Bandara Polonia Medan, Jumat (16/3).
"Pada kesempatan itu akan dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pengelola Museum Belanda dengan TB Silalahi selaku pendiri Museum Batak," jelas TB Silalahi. Hal tersebut tidak terjadi begitu saja, tetapi Pengelola Museum di Belanda tersebut mengetahui lewat internet bahwa di Indonesia terdapat sebuah Museum Batak dengan Standar Internasional dan pada 27 September lalu, bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia dan Hari Pariwisata Indonesia, Museum Batak TBSC mendapat penganugerahan sebagai pemenang terbaik dalam Citra Pesona Wisata atau CIPTA award 2011 untuk Kategori Daya Tarik Wisata (DTW) Budaya kategori pengelola oleh LSM/Masyarakat/ perorangan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Artefak

"Kita harapkan realisasi dari MoU ini agar pihak pengelola Museum di Belanda akan menyerahkan beberapa artefak warisan leluhur Batak untuk dipajang di Museum Batak. Hal ini mengingat banyak peninggalan leluhur Batak yang masih tersimpan di Negeri Belanda.

"Sebelumnya, dalam beberapa pertemuan, pihak Museum Belanda sudah mengisyaratkan penyerahan sebagian benda-benda kuno itu karena mereka melihat dari website-website di internet bahwa Museum Batak telah berstandar internasional.

Selain itu, pejabat kebudayaan dan pariwisata dari Taiwan akan hadir membawa rombongan wisatawan untuk melihat langsung Tanah Leluhur Batak di kawasan Danau Toba itu. Hal ini mengingat banyak kemiripan Budaya Pribumi Taiwan dengan Nenek Moyang Suku Batak dari seluruh puak yang ada, meliputi Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing dan Angkola baik dilihat dari motif pakaian adat sampai bentuk artefaknya.

Sebelumnya, TB Silalahi bersama Kepala Museum Batak TBSC dan beberapa wartawan diantaranya wartawan Analisa pada pertengahan Tahun 2011 lalu telah mengunjungi Pusat Kebudayaan Suku Pribumi di Taiwan yang dijadikan Pemerintah Taiwan sebagai pusat pelestarian budaya asli sekaligus objek pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan manca negara.

Untuk itu, TB Silalahi berharap peringatan HUT ke-4 TBSC ini mendapat dukungan penuh dengan realisasi nyata dari Pempropsu maupun Pemkab/Pemko, terutama di kawasan Danau Toba. 

Museum Batak yang baru berulang tahun pertama pada 18 Januari lalu namun telah ramai mendapat kunjungan dari ratusan wisatawan lokal dan dari negara Eropa seperti Swiss, Inggris, Amerika Serikat, Perancis dan lain-lain setiap bulannya, menambah keyakinan pihak pengelola museum di Belanda. Apalagi Museum Batak meski baru berdiri tapi sudah mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai objek wisata baru yang terbaik di Indonesia karena sudah mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus sarana Pelestarian Budaya Nasional.

Dukung

Pada kesempatan itu Walikota Medan Rahudman Harahap dan Wakil Walikota Dzulmi Eldin yang kebetulan bertemu dengan TB Silalahi di tempat itu spontan mengatakan akan mendukung kegiatan Pesta Budaya Tradisional Batak.

"Itu sesuatu yang luar biasa. Karenanya, Pemko Medan sudah merencanakan untuk ikut berpartisipasi meramaikan Pesta Budaya Tradisional Batak itu selain mempersiapkan Stand dengan produk-produk khusus Kota Medan, juga mengirimkan tim kesenian yang akan menampilkan pagelaran Tarian Multi Etnik. Selain itu, kita juga akan membuat stand kuliner di arena Pesta Budaya Tradisional Batak tersebut antara lain menyuguhkan Mie Rendam khas Medan," katanya.

Hal ini, sebut Rahudman dilakukan sebagai upaya promosi atas Kota Medan sebagai kota transit untuk kedatangan wisatawan ke kawasan Danau Toba dan daerah tujuan wisata lainnya di Sumut.

"Apalagi Kabupaten/Kota yang merupakan Daerah Tujuan Wisata, tentu harus menyambut baik Pesta Budaya Tradisional Batak ini," seru Rahudman.

Transportasi

"Saya senang sekali mendengar, GM PT Garuda Indonesia menyatakan sedang merencanakan rute baru penerbangan wisata dari Denpasar – Jakarta – Silangit untuk membawa turis dari Bali ke Danau Toba. Hal ini akan menggairahkan perekonomian rakyat di kawasan Danau Toba," ujar TB Silalahi lagi.

Karena itu diharapkannya agar Pemerintah dalam waktu dekat dapat merealisasikan pengembangan landasan pacu Bandara Silangit, dari 2.200 meter menjadi 2.500 meter. Pengalamannya selama ini,dengan landasan pacu 2.200 meter pesawat Boeing 737 Garuda pernah mendarat di Silangit membawa rombongan Presiden SBY dan para menteri sewaktu peresmian Museum Batak Tahun 2010.

TB Silalahi berharap kepada para Bupati yang ada di kawasan Danau Toba mau memberi hatinya untuk dapat ikut meramaikan turis mancanegara ke kawasan Danau Toba, demi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (ss)
sumber :analisadaily

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda